TexasPoker

Kakak, Tante & Sepupuku

5th August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 1181 Views | No Comments

www.sang-pakar.pw Kakak, Tante & Sepupuku

Cerita ini dimulai waktu ada acara
keluarga di Villa Tretes minggu lalu. Sekarang ini aku duduk di sebuah
perguruan tinggi swasta di Surabaya, Namaku Hady, umurku 20 tahun.
Begini
kisahnya…, Hari minggu keluargaku mengadakan acara temu kangen di
Malang. Seluruh anggota keluarga hadir dalam acara itu, kira-kira ada 3
keluarga. Ada hal yang paling kugemari dalam acara itu, yaitu acara
perkenalan tiap keluarga.

Pada kesempatan itu adik ibuku bernama
Henny memperkenalkan keluarganya satu persatu. Aku lihat gaya bicara
Tante Henny yang sangat mempesona, terus terang Tante Henny bila aku
gambarkan bak bidadari turun dari langit, wajahnya yang cantik,
kulitnya yang mulus dan bodinya yang aduhai membuat tiap laki-laki
pasti jatuh hati padanya.

Perkenalan demi perkenalan telah
terlewati malam itu, sekitar pukul 9 malam kami beristirahat. Badanku
terasa penat dan aku pergi untuk mandi, sekalian persiapan untuk acara
besok. Waktu aku akan mandi, tanpa sengaja aku melihat tanteku baru
keluar dari kamarnya memakai kimono putih yang agak transparan dan
terlihat samar-samar lekuk tubuhnya yang indah, dengan sedikit
basa-basi aku bertanya padanya.
“Mau kemana Tante?”, tanyaku.
Tanteku dengan kagetnya menjawab “Ouu Hadi, bikin tante kaget nich, Tante mau mandi pake bathtub”, jawabnya.
“Sama nich”, kataku.
“Rasanya memang malam ini penat sekali yach”.
Akhirnya
kami melangkah bersama menuju bathroom di belakang Villa kami. Malam
itu agak dingin rasanya, sampai-sampai…, sambil agak mendesah Tanteku
menahan dingin.

Sesampainya di depan kamar mandi aku berhenti
sambil memperhatikan tingkah Tante yang agak aneh (maklum aku masih
anak kecil, belum pernah lihat yang seperti gituan).
“Had…, kamu duluan yach..!”, kata tanteku sambil mendesah.
“Nggak ach Tante, Tante dulu dech”, kataku sambil rasa dingin (duch rasanya seperti dalam freezer tuch).
“Ok, Had.., Tante duluan yach”.
Tanteku
masuk ke dalam kamar mandi, terdengar suara pakaiannya yang
ditanggalkan, gemericik air juga mulai mengisi bathtub. Aku menunggu di
luar dengan rasa dingin yang sangat mengigit sambil melamun.
“Had, mana nich sabunnya”. teriak tanteku mengagetkanku.
Seketika itu juga aku menjawab, “Disitu Tante”.
“Dimana sich?”, kata tanteku.
“Kamu masuk aja Had, ambilin dech sabunnya…, Tante nggak tau nich”.

Dengan
hati yang berdetak keras aku masuk ke kamar mandi sambil mencari-cari
sabunnya. Ternyata sabunnya di bawah wastafel. Segera aku mengambilnya
dan memberikannya pada tanteku. Tanpa sengaja aku melihat bodi tanteku
yang aduhai yang tak sehelai benangpun melekat di tubuhnya. Dengan
wajah merah padam aku memberikan sabunnya.
Tanteku bertanya “Mengapa Had…, belum pernah liat yach!”, kata tanteku dengan mengerlingkan matanya yang indah itu.
Dengan
malu-malu kujawab “Belum pernah tuh, tante”, kulihat tanteku hanya
tersenyum kecil sambil menggandeng tanganku, ia menyuruhku masuk,
sengaja atau tidak penisku berdiri.
“Had, punya kamu berdiri tuh”, dengan malu aku berusaha menutupi penisku yang telah berdiri.
“Ngapain malu Had…”, tanya tanteku.
Aku hanya tersenyum kecut, lalu tanteku melepaskan handukku sambil berkata “Tante boleh lihat punyamu.
“Jangan tante nanti Om tau”.
“Ah,nggak apa-apa Om orangnya sangat fair”.
Akhirnya
aku hanya bisa pasrah, kemudian dengan lembutnya tanteku mempermainkan
penisku sambil berkata”,Gila benar punyamu Had, barang sebesar ini kok
di diemin aja…”. aku hanya bisa meringis keenakan,karena memang aku
tidak pernah merasakan hal itu.

Dengan lembutnya tanteku
mengulum penisku, dengan refleks aku meraba payudara tanteku yang
montok itu, “Ohh…, nikmat sekali”. Dituntunnya aku untuk mengulum
bibir kemaluannya.
Aku bertanya “Ini apa tante?”.
“oo itu
clitoris sayang”, jawabnya. Aku terus mengulum bibir kemaluannya. Lama
juga aku mengulum bibir kemaluannya, dengan gaya 69 kami saling
menikmati hal itu. Tanpa sepengetahuan kami berdua ternyata kakakku
mengintip apa yang kami lakukan. Terus kakakku masuk dan berkata
“Ah…, tante kok tega main sama adikku…, kok tidak bilang-bilang
kepadaku”, sambil tersenyum kecil.

Mungkin karena terangsang
dengan apa yang kami lakukan akhirnya kakakku ikut melepaskan
pakaiannya. Tanteku berkata “Ayo sini punya adikmu nikmat lho”. Aku
tidak habis pikir, ternyata kakakku suka begituan juga. Baru pertama
kali ini aku melihat polos tubuh kakakku ternyata kakakku tidak kalah
dengan tanteku malah payudaranya lebih besar dari punya tante.

Tanpa
pikir panjang aku tarik tangan kakakku, langsung aku kulum payudaranya
yang besar itu. Terus tanteku bilang “Had masukin dong punyamu”.
Akhirnya kumasukkan punyaku ke liang kewanitaan tanteku “Ooh nikmat
sekalii…”, tanteku hanya bisa mendesah kenikmatan. Dengan goyangan
yang seperti di film aku berusaha sekuat tenaga menghabisi liang
kenikmatan tanteku. Selang berapa lama air mani tanteku keluar. “akhh”,
desahan itu keluar dari mulut tanteku, tapi aku belum apa-apa. Akhirnya
tanpa rasa dosa kutarik kakakku untuk juga merasakan hebatnya penisku.
Kakakku ternyata sudah tidak perawan lagi itu kuketahui waktu kumasukan
penis ke liang senggamanya. Kakakku menggelinjang keenakan sambil
berkata mengapa tidak dari dulu minta di “tusuk” oleh penisku. Aku
terus menggenjotnya. Pada waktu lagi asyiknya aku menusuk liang
kewanitaan kakakku sepupuku masuk “eehh…, lagi ngapain kalian”
tanyanya. Aku cuek saja sambil berkata”,kalo mau sini aja”.

Tanpa
aku sadari ternyata sepupuku telah menanggalkan pakaiannya. Ternyata
sepupuku biar masih SMU, bodinya hebat juga. Tanpa pikir panjang
kutarik tangannya lalu kukulum susunya,sambil terus menggenjot liang
kenikmatan kakakku. Aku lihat kakakku asyik mengulum bibir kemaluan
sepupuku. Ternyata kakakku telah di puncak kenikmatan. Dia menggeliat
seperti cacing kepanasan, kurasakan semburan air hangat keluar dari
liang kewanitaan kakakku. “oohhkk”, teriak kakakku. Aku tersenyum puas
karena aku masih bisa bertahan. Dengan perkasa ganti sepupuku “Mira”
kugenjot ia hanya bisa pasrah dalam dekapan kejantananku. Aku coba
memasukkan penisku dengan pelan-pelan ternyata sepupuku itu masih
perawan, sangat sulit pertama kali kumasukan penisku, ia merintih
kesakitan aku tidak kurang akal, kuludahi liang surganya dan kumasukkan
jari tanganku. Lalu kucoba memasukkan penisku. Kali ini bisa walau
dengan susah payah. “Akhh nikmat sekali memek perawan”, kataku. Kulihat
Mira hanya merintih dan mendesah diantara sakit dan nikmat. Akhirnya
aku merasakan juga puncak kenikmatan itu kami sama-sama klimaks,
“akkhh”, terak kami berdua. Akhirnya kami keluar bersamaan. Setelah
itu, kami berempat mandi bersama sambil tersenyum puas.

TAMAT

Kakak, Tante & Sepupuku

No Comment yet. Be the first to comment on Kakak, Tante & Sepupuku

Leave Your Comment Here!