Pacarku Digilir Orang Rame-rame

9th August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 1129 Views | No Comments

www.sang-pakar.pw Pacarku Digilir Orang Rame-rame

Kejadian ini terjadi karena saya dan
pacar saya, Anna, pergi berkaraoke baik beramai-ramai dengan
teman-teman kami maupun hanya kami berdua. Suatu hari saya diberitahu
oleh teman saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Kelapa Gading yang
memutarkan lagu-lagu karaoke dengan gambar-gambar wanita telanjang.
Karena penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut saya mengajak Anna
untuk pergi berkaraoke di tempat tersebut.

Saat malam minggu,
sekitar jam 22.30 saya mengajak Anna untuk berkaraoke di tempat
tersebut dan Anna pun tidak keberatan, sebelumnya saya telah
memberitahukan Anna situasi dan keadaannya. Sesampai di sana saya
langsung membooking sebuah ruangan VIP, kami terpaksa membooking
ruangan untuk sepuluh orang karena ruangan itu yang paling kecil. Lalu
kami pun diantar oleh seorang wanita menuju ke ruangan yang telah kami
booking. Sesampainya di ruangan, wanita tersebut menawarkan minuman dan
makanan. Kami hanya memesan minuman dan makanan kecil saja, kacang
garing, karena baru sejam yang lalu kami makan. Setelah menerima
orderan, wanita tersebut langsung ke luar. Sementara itu kami berdua
mulai memilih lagu yang ingin kami nyanyikan maupun hanya untuk
didengar. Dua buah lagu telah selesai kami nyanyikan dan pintu terbuka
kembali dan masuklah wanita tadi sambil membawa pesanan kami.

Setelah
lama menunggu, kami merasa penasaran karena gambar-gambar yang hot
belum juga muncul di layar TV dan ternyata gambar-gambar hot itu baru
mulai muncul setelah jam 23.30 WIB. Melihat gambar-gambar wanita
telanjang itu membuat saya mulai tinggi nafsu seksnya. Saya mulai
merapatkan duduk saya dengan Anna dan mulai melingkarkan tangan saya di
pinggangnya. Anna rupanya peka akan perubahan keadaan yang terjadi dan
ia pun mulai menyandarkan tubuhnya ke dada saya sambil terus bernyanyi.
Saya sudah sulit berkonsentrasi dengan teks-teks yang tertulis di layar
TV, tangan saya pun mulai menjalankan tugasnya.

Pertama saya
mulai meraba-raba punggungnya dan kemudian perlahan tapi pasti tangan
saya mulai berpindah ke bagian depan, tangan saya mulai menyentuh
gumpalan daging yang terbungkus rapi oleh BH berenda yang agak tipis.
Saya mulai meremas-remas ke dua gumpalan daging dengan bernafsu, Anna
mulai mengeluarkan desahan-desahan lembut yang menggoda. Desahan Anna
itu semakin membuat nafsu seks saya semakin meningkat dan segera tangan
saya menyelinap di balik kaosnya yang ketat dan langsung saya lepaskan
cantelan BH di punggungnya yang mulus. “Kunci dulu pintunya sayang,
entar kalo ada yang masuk gimana”, kata Anna, bergegas aku menghampiri
pintu dan mencari kuncinya. Pintunya tidak berkunci, segera saya
berputar otak. Sofa yang ada di dekat pintu saya dorong hingga menempel
dengan pintu, lumayan pintu itu tidak dapat langsung terbuka karena
terganjal oleh sebuah sofa.

Langsung saya balik ke sofa tempat
saya duduk semula dan mulai melepaskan kaos dan beha yang dikenakan
Anna. Kali ini Anna tidak keberatan dengan tindakan saya malah membantu
saya melepaskan kaos yang dikenakannya. Begitu kaos dan BH itu terlepas
saya melihat dua buah gumpalan daging yang sangat menggemaskan,
ukurannya tidak terlalu besar tapi sangat proporsional dengan tubuh
Anna yang ramping. Walaupun sering melihat Anna telanjang bulat, akan
tetapi saya selalu terpesona jika melihat buah dada Anna yang indah dan
sekal itu. Tak kubiarkan diriku terpesona terlalu lama, langsung kuraih
buah dada Anna yang sudah menantang untuk diremas-remas dan
dihisap-hisap. Desahan halus kembali terdengar ketika tanganku mulai
meremas-remas buah dadanya dan disertai dengan hisapan maupun jilatan.
“Ahh… ahh… ahh…, nikmat, nikmat, teruskan sayang jangan
dilepaskan hisapannya”, Anna bergumam dengan penuh nafsu.

Melihat
Anna yang sudah mulai tinggi nafsunya, segera tangan saya pun berpindah
ke paha. Tangan saya pun mulai menyusup di bawah rok mininya dan mulai
meraba-raba paha yang putih mulus, sampai tangan saya meyentuh CD-nya
yang juga berenda. Segera saya pelorotkan CD itu dan tangan saya pun
kembali bergerilya di pahanya sampai di sebuah bukit kecil yang tandus,
Anna baru saja mencukur habis bulu rambut kemaluannya, sehingga saya
dapat dengan leluasa menemukan celah di bukit itu. Segera tangan saya
mulai menyusup masuk ke dalam celah dan mulai memainkan clitorisnya
yang empuk dan legit. Tubuh Anna mulai bergetar sambil terus
mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, ahh… ahh… ahh…, nikmat
sayang, nikmat sekali, sambil disertai dorongan pantat Anna. Saya pun
semakin bernafsu untuk meremas-remas kemaluannya.

Tiba-tiba Anna
bangkit dari duduknya sambil berkata, “Mas mau lihat saya menari
striptease tidak?” Walaupun agak sedikit kaget karena Anna tiba-tiba
berdiri mendadak, segera aku menganggukkan kepala pertanda setuju
dengan usulnya. Anna pun kembali mengenakan seluruh pakaiannya dan
mulai memilih lagu yang akan menemaninya menari-nari.

Anna mulai
berdiri di tengah-tengah ruangan dan ketika lagu mulai dilantunkan,
tubuh Anna mulai meliuk-liuk mengikuti irama lagu. Anna meliuk-liukkan
tubuh yang sintal dengan lemas dan menggairahkan, Anna sesekali
meremas-remas buah dadanya dan juga terkadang meraba-raba kemaluannya
sambil menjulurkan lidahnya. Satu lagu berlalu, Anna pun mulai
menanggalkan kaos dan BH-nya, sambil terus meliuk-liukkan tubuhnya.
Saya sebenarnya sudah tidak dapat menahan nafsu seks saya lagi, apalagi
melihat buah dada Anna bergoyang-goyang dengan indahnya. Melihat saya
yang mulai blingsatan karena nafsu, Anna semakin hot meliuk-liukkan
tubuhnya yang sintal dan tiba-tiba ia melepaskan rok mininya terus
melemparkannya ke saya. “Buka, buka, buka CD-nya”, kataku. Mendengar
teriakanku Anna semakin kerasukan dan ia semakin bernafsu
meliuk-liukkan badannya sambil terus meremas-remas buah dadanya supaya
saya semakin bernafsu.

Setelah puas melakukan gerakan-gerakan
yang merangsang, Anna membelakangiku dan mulai memelorotkan CD secara
perlahan-lahan yang semakin membuat nafsuku tidak tertahankan lagi.
Segera saya tubruk tubuhnya dan kuremas-remas buah dadanya dari
belakang. Tanganku dengan cepat menarik lepas CD-nya yang masih
menempel di kakinya dan tanganku langsung menyusup ke celah di bukitnya
yang tandus. Anna pun menjerit kenikmatan, “Aahh… ahh… ahh…
nikmat, nikmat sekali teruskan, teruskan ahh, ahh, ohh… Mas, Anna
sudah tidak tahan nich pingin ngerasain tusukan pedang Mas yang kuat
dan perkasa”, katanya. “Ok, Anna”, segera kulepaskan baju dan celana
jeans yang kukenakan.

Tiba-tiba aku teringat bahwa aku membawa
seutas tali dan penutup mata yang akan kugunakan untuk mengikat tangan
Anna dan juga menutupi kedua matanya. Segera kusampaikan gagasanku itu
sambil terus merangsangnya dengan remasan-remasan di buah dadanya
maupun di kemaluannya. Anna mengangguk-angguk tanda ia menyetujui
gagasanku itu, segera aku mendudukkan tubuh Anna kembali di sofa dan
saya pun mulai mengikat kedua tangannya di sofa dan kemudian matanya
pun kututupi dengan selembar kain. Nafsuku benar-benar memuncak melihat
Anna yang dalam keadaan telanjang bulat, terikat dan tertutup matanya.
Melihat Anna yang sudah tidak berdaya dan pasrah, saya pun langsung
membuka CD yang kukenakan dan mengacunglah penis yang keras dan gagah.

Ketika
saya ingin mendekat ke tubuh Anna yang sedang duduk bersandar dengan
pasrahnya, tiba-tiba tubuh saya disergap dari belakang oleh tiga
laki-laki yang kekar dan langsung mulut saya dibekap dengan sebuah
gumpalan kain. Tubuh saya didudukkan di sofa berseberangan (sofa di
ruangan itu berbentuk huruf U) dengan tubuh telanjang Anna dan tubuh
saya pun diikat dengan kuat dan erat. “Sorry yach, gue pinjem dulu
wanita lu, lu nontonin aje kami bertiga menikmati tubuh wanita lu, ok.”

Selesai
membereskan aku hingga tak berdaya, ketiga laki-laki itu mulai
menghampiri tubuh Anna yang masih telanjang dan duduk bersandar dengan
pasrahnya menunggu untuk disetubuhi.

Melihat tubuh Anna yang
telanjang bulat tanpa seutas benang, dengan buah dadanya yang sekal dan
menantang serta bukit kemaluannya yang tandus telah membuat nafsu seks
ketiga laki-laki itu meninggi. Mereka pun lalu melakukan undian
terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang berhak menikmati Anna
terlebih dahulu. Ternyata yang menang adalah laki-laki yang agak kekar
dan berkulit gelap, ia tersenyum menyeringai dan segera menghampiri
Anna dan mulai meremas-remas buah dadanya. Anna tidak menyadari bahwa
yang meremas-remas buah dadanya bukanlah saya lagi, Anna hanya
mengeluarkan lenguhan-lenguhan nikmat, “Ahh, ahh, ahh, nikmat, nikmat
sayang terus, terus, hisap, hisap sayang.” Mendengar permintaan Anna
untuk menghisap buah dadanya, langsung laki-laki itu menghisap-hisap
buah dada Anna yang menantang.

Hisapan dan jilatan laki-laki itu
semakin membuat Anna bernafsu, terlihat dari tubuhnya yang
mengejang-ngejang dan juga puting susunya tampak menegang. Anna sudah
tidak dapat lagi menahan nafsunya, “Ayo sayang masukkan barangmu, cepat
sayang, ahh, ahh, aah, aku sudah tidak tahan lagi nich”, seru Anna.
Permintaan Anna segera disambut dengan tusukan kemaluan laki-laki itu
yang berukuran cukup besar, panjangnya sekitar 17 cm dan tebalnya
sekitar 4 cm. Mulanya ujung kemaluan laki-laki itu hanya menempel di
kemaluan Anna dan perlahan tapi pasti ia mulai menggoyangkan pantatnya
sehingga kemaluannya mulai menusuk ke dalam kemaluan Anna. Setelah
yakin kemaluannya pada arah yang benar, langsung laki-laki itu
menghentakkan pantatnya dengan keras sehingga amblaslah seluruh
kemaluannya ke dalam kemaluan Anna. Ahh… ah… ahh, ooohh, nikmat
sayang, nikmat, ohh… nikmatnya.” Desahan Anna semakin membuat
laki-laki itu mempercepat gerakan pantatnya sehingga juga semakin
membuat Anna menjerit nikmat.

Melihat temannya sedang asyik
menikmati tubuh telanjang Anna, membuat kedua laki-laki yang lainnya
menjadi tidak tahan juga. Mereka pun akhirnya menghampiri dan mulai
ikut menikmati tubuh Anna dengan meremas-remas dan menjilati serta
menghisap buah dada Anna. Karena nafsu sexnya yang sudah memuncak, Anna
tidak menyadari bahwa yang menikmati tubuhnya tidak hanya satu orang
melainkan tiga orang. Anna hanya terus mengeluarkan suara
desahan-desahan nikmat, sampai suatu saat tubuh Anna tiba-tiba
mengejang dengan kuat yang menandakan bahwa ia telah mencapai puncak
kenikmatan yang ternyata dibarengi oleh tembakan dari kemaluan si
laki-laki itu. Satu menit tubuh Anna mengejang-ngejang dengan nikmat
dan kemudian tubuh Anna pun mulai melemas.

Setelah selesai menunaikan tugasnya
laki-laki yang pertama pun mencabut senjatanya dan duduk di sofa dengan
tubuh berkeringat. Laki-laki yang kedua pun mulai melakukan tugasnya
dengan mulai merangsang Anna lagi dengan jilatan-jilatan di buah
dadanya dan juga remasan-remasan di kemaluannya. Setelah beberapa lama
Anna mulai terangsang lagi dan mulai terdengar kembali suara desahan
nikmatnya. Tanpa membuang waktu, laki-laki yang kedua pun mulai
menancapkan kemaluannya di lubang kemaluan Anna. Walaupun ukurannya
tidak sebesar laki-laki yang pertama tapi karena lubang kemaluan Anna
yang masih sempit maka tetap saja Anna merasa nikmat dan mulai
mendesah, “Ahh, ah, ahh, ooh… nikmat, nikmat, ahh… ahh… nikmat
sekali.”

Setelah beberapa menit laki-laki yang kedua tidak lagi
dapat menahan semburan lahar panas. Rupanya Anna belum mendapatkan
orgasme yang kedua sehingga cepat-cepat laki-laki yang ketiga
menancapkan kemaluannya ke lubang kemaluan Anna yang sudah basah oleh
cairan dari laki-laki yang kedua dan juga cairan dari kemaluan Anna
sendiri. Laki-laki yang ketiga pun langsung menggempur Anna dengan
kecepatan tinggi sehingga nafsu Anna kembali meninggi dan Anna pun
kembali mengeluarkan desahan, “Ahh, ahh, ough… terus, terus, makin
cepat, makin cepat, ahh… ooogh… nikmat, nikmat, nikmat, ahh…”
Setelah beberapa menit kemaluan Anna terus digempur akhirnya tubuh Anna
mengejang dengan keras sambil menjerit nikmat, “Aahh… ooogh…” Anna
telah mencapai klimaksnya yang kedua yang juga dibarengi dengan
semburan dari laki-laki yang ketiga.

Setelah ketiga laki-laki
itu menikmati tubuh Anna, muncul niat mereka untuk membagi kenikmatan
itu dengan teman-teman mereka yang lain yang ada di ruangan VIP yang
lain. “Bagaimana kalo kita bawa wanita ini ke tempat teman-teman kita
dan kita nikmatin bersama-sama”, kata salah satu dari laki-laki itu.
“Setujuuu…” kedua laki-laki itu menyahuti ajakan tersebut. “Steve,
cepat ambil kamera di tempat anak-anak, kita foto dulu nich wanita biar
dia nanti nurutin kemauan kita”, segera laki-laki yang bernama Steve
mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas keluar dari ruangan. Tak
lama kemudian laki-laki yang bernama Steve itu pun sudah kembali dan
menenteng sebuah kamera.

“Bangun manis”, kata laki-laki itu
seraya melepaskan tutup mata yang masih menempel di mata Anna. Rupanya
Anna tertidur setelah merasakan kenikmatan orgasme sebanyak dua kali.
Tubuh Anna terlihat menggeliat perlahan dan mulai membuka matanya.
Ketika Anna membuka matanya, betapa terkejutnya ia melihat ternyata ada
tiga laki-laki yang tidak ia kenal ada di samping tubuhnya yang
telanjang. Tubuh Anna meronta-ronta sambil berkata, “Lepaskan saya,
lepaskan saya.” “Sabar manis, kami akan melepaskan ikatan kamu setelah
kami selesai membuat foto tubuhmu yang telanjang.” Segera laki-laki itu
memotret tubuh telanjang Anna dari berbagai arah dan Anna pun tidak
dapat berbuat banyak untuk menutupi mukanya ataupun kemaluannya karena
kedua tangannya masih terikat di sofa.

Setelah laki-laki itu
selesai membuat foto telanjang Anna segera ia mengeluarkan film dari
kamera dan mengantunginya. “Ok, manis kami sudah selesai membuat foto
telanjangmu jadi sekarang kamu nurut aja sama kami atau kami cuci film
ini dan kami sebarin ke temen-temen lu dan juga orang tua lu!”
Mendengar perkataan laki-laki itu Anna tersadar bahwa ia tidak
mempunyai pilihan lain selain menuruti kemauan mereka atau film itu
akan membuatnya malu di kemudian hari.

“Steve lepasin
ikatannya.” Setelah ikatannya terlepas segera Anna mencari pakaiannya,
tapi ternyata pakaiannya sudah berada dalam genggaman salah satu
laki-laki itu. “Ini yang kamu cari manis”, sambil laki-laki itu
menunjukkan pakaian Anna. “Udech lu nggak usah mikirin buat make
pakaian lu lagi, kami semua justru pengen ngeliat tubuh lu yang mulus
itu tanpa sehelai benang pun. Ayo sekarang lu ikut kami ke ruang yang
lain.” kata salah satu laki-laki itu. “Eh, gimana nich dengan pacarnya,
mau kita biarin di sini atau kita ajak aje kesebelah biar dia bisa
ngeliatin kita semua nikmatin tubuh wanitanya.” kata temannya yang
lain. “Bawa aje sekalian, ntar kalo ketauan ama pelayan di sini bisa
berabe, jangan lupa bajunya juga dibawa.”

Kami berdua pun
digiring dalam keadaan telanjang bulat keluar dari ruangan itu dan
menuju ke sebuah ruangan lain yang ada di ujung. Sesampai di ruangan
itu ternyata di situ ada delapan orang laki-laki yang sedang asyik
berkaraoke sambil minum-minuman keras. “Hay teman-teman, gue bawain
oleh-oleh nich buat kita nikmati bersama-sama sampe puas”, seraya
laki-laki itu mendorong tubuh telanjang Anna ke tengah-tengah ruangan.
Melihat tubuh Anna yang telanjang bulat, segera semua laki-laki itu
berteriak-teriak kegirangan. “Wow, ok bener nich oleh-oleh lu, dapat
dari mana? Dan siapa tuch laki-laki yang lu bawa?” tanya temannya. “Gue
nemuin wanita ini di ruangan karaoke lain dan ini laki-laki adalah
pacarnya, tapi dia udeh ngijinin kita untuk nikmatin tubuh wanitanya
kok, iya khan?” seraya laki-laki itu mendorong tubuhku ke lantai hingga
aku pun terjerembab di lantai. “Ok, teman-teman mari kita mulai
pestanya jangan buang-buang waktu lagi.”

“Eh, lu nari-nari dulu
dech buat kami makin nafsu dan lu musti memohon-mohon kepada kami semua
supaya kami mau nikmatin tubuh lu”, seru salah seorang laki-laki itu.
Mendengar perintah itu Anna hanya bisa pasrah dan mulai menggoyangkan
tubuhnya yang putih mulus itu. “Ayo narinya yang semangat donk, kayak
tadi waktu lu nari buat laki lu”, rupanya laki-laki itu sudah mengintip
kami dari awal. Dengan terpaksa Anna pun mulai menggoyang-goyangkan
tubuhnya dengan lebih bersemangat dan Anna pun berusaha menikmati
keadaan itu. Lama kelamaan pun Anna semakin hot menggoyangkan tubuh
sambil meremas-remas buah dadanya dan juga kemaluannya, sambil
mengeluarkan suara desahan, “Aahh, ahh, ayo nikmatin tubuh saya, ahh…
ahh, ayo siapa yang mau nikmatin saya, ayo silakan nikmatin tubuh saya,
aahh, ahh, jangan malu-malu.”

Melihat Anna yang menari-nari
dengan hot, maka semua laki-laki itu mulai melepaskan pakaiannya
satu-persatu hingga telanjang bulat. Anna sempat terkaget-kaget ketika
melihat kemaluan laki-laki itu yang sudah berdiri tegak semua dan
sebagian besar berukuran besar, lebih kurang 18 cm dan ketebalannya
sekitar 4,5 cm. “Ayo manis silakan pilih yang mana yang mau lu pake
duluan”, sambil kesebelas laki-laki itu merubungi tubuh telanjang Anna.
Rupanya dikelilingi laki-laki telanjang telah membuat sensasi lain bagi
Anna, ia merasakan suatu keinginan yang selama ini terpendam dalam
dirinya, yaitu berhubungan seks dengan beberapa orang laki-laki
sekaligus dapat terwujudkan walaupun keadaan ini sebenarnya tidak ia
inginkan. Melihat kesebelas penis mengacung di dekatnya seakan-akan
meminta untuk dielus dan diremas, maka Anna sengaja memainkan
penis-penis itu sehingga membuat para laki-laki itu semakin tidak dapat
menahan nafsunya.

“Ayo cepetan pilihnya manis atau lu mau kita
semua sekaligus menikmati tubuh lu.” Anna hanya diam saja sambil ia
memainkan dua buah kemaluan yang ukurannya paling besar sehingga
membuat kedua laki-laki itu blingsatan keenakan, “Oohh… ohh… nikmat
juga remesan lu manis.” Tetapi hanya sebentar saja Anna memainkan kedua
kemaluan itu segera ia berpindah ke kemaluan yang lainnya lagi.
“Rupanya lu minta dikerjain sekaligus dengan beberapa laki-laki, ok
kalo itu maunya lu maka akan kami berikan manis.”

Anna pun
disuruh berlutut dan menghisap kemaluan salah seorang laki-laki dan
setelah cukup basah maka Anna pun disuruh berjongkok di atas kemaluan
laki-laki yang berdiri tegak, dengan perlahan Anna mulai memasukkan
kemaluan itu ke dalam kemaluannya, dengan perlahan tapi pasti kemaluan
itu terbenam semuanya ke dalam kemaluan Anna yang diiringi jeritan
nikmat dari Anna, “Ahh… ahh… ahh.” Kemudian Anna disuruh
menumpukkan tubuhnya dengan kedua buah tangannya sehingga pantat Anna
agak menungging yang segera disambut dengan kemaluan yang telah ia
jilati, perlahan tapi pasti kemaluan itu menerobos masuk ke lubang
pantatnya, tubuh Anna mengejang karena lubang pantatnya terasa nyeri
dengan masuknya kemaluan itu, tiba-tiba laki-laki itu menghentakkan
dengan keras pantatnya sehingga seluruh kemaluannya amblas ke dalam
lubang pantat Anna, dan Anna pun menjerit antara nikmat dan sakit.

Melihat
mulut Anna yang terbuka lebar, seorang laki-laki yang tepat berdiri di
depan muka Anna langsung memasukkan kemaluannya ke dalam mulut Anna
sehingga Anna pun tersedak karena sekarang mulutnya tersumpal dengan
kemaluan. Selain itu dua orang laki-laki lain tidak mau menyia-nyiakan
buah dada Anna yang ranum dan sekal itu, segera kedua laki-laki itu pun
menjilati dan menghisap-hisap dengan penuh nafsu.

Jadilah Anna
dinikmati oleh lima orang sekaligus yang membuat Anna tidak dapat
menahan nikmat yang dirasakan, sakit yang dirasakan di lubang pantatnya
pun telah berubah menjadi kenikamtan yang tiada taranya. Dengan penuh
semangat kelima laki-laki itu pun menikmati tubuh mulus Anna sehingga
membuat Anna sampai orgasme tiga kali dan pada orgasme yang keempat
kenikmatan itu semakin lengkap dengan disertai semburan dari tiga
kemaluan laki-laki yang memenuhi di setiap lubang yang dimilikinya,
kemaluannya, lubang pantatnya dan mulutnya. Ketiga laki-laki yang telah
mendapatkan kenikmatan segera digantikan dengan tiga orang laki-laki
lainnya dan hal ini terus dilakukan sampai semua laki-laki mendapatkan
kepuasannya dan Anna pun sudah tidak terhitung lagi berapa kali ia
mendapatkan orgasmenya. Setelah lebih kurang 3 jam para laki-laki itu
menikmati Anna, mereka pun kecapaian dan beristirahat. Anna pun
kecapaian dan terkulai lemas dengan perasaan nikmat yang tidak
terlupakan.

TAMAT                   

Pacarku Digilir Orang Rame-rame

No Comment yet. Be the first to comment on Pacarku Digilir Orang Rame-rame

Leave Your Comment Here!